GEBI

Dunia Yang Berserak

Saturday, October 30, 2004

Aktor Muslim di Kancah Bollywood

Ternyata, 27 persen dari bintang film ternama Bollywood beragama Islam. Padahal penduduk muslim India “hanya” 12 persen.
--------------------------------------------------------------------------------

Bollywood identik dengan gemerlapnya dunia perfilman India, yang mampu bersanding dengan pusat industri film dunia di Amerika Serikat, Hollywood. Bombay adalah kota yang melahirkan Bollywood. Maklumlah, sejak 1895, Bombay telah tumbuh menjadi pusat industri film India. Di sinilah – tepatnya di hotel Watson, film produksi pertama dunia garapan Lumiere bersaudara, diperkenalkan kepada warga India. Meskipun di berbagai kota kemudian muncul sejumlah studio yang memproduksi film dalam ragam bahasa dan dialek – sebutlah Telugu Films di Hyderabad dan Tamil Films di Madras, Bollywood tetap menjadi sentra produksi film India.

Film India yang rata-rata berdurasi minimal 2 jam, biasanya bertema melodrama percintaan yang berasal dari cerita-cerita lokal atau adaptasi film-film hits Hollywood. Setelah sempat redup, film India bangkit pada awal 1980-an, dan kembali menyedot minat ratusan juta warganya. Para penonton selalu antri di sekitar 12 ribu bioskop lokal untuk menyaksikan setiap film teranyar – meskipun kini teknologi VCD dan DVD telah merasuk ke rumah-rumah mereka, belum lagi tayangan sinetron yang beredar di pesawat tv. Industri film India tak pernah goyah, dan kini jumlah produksinya saban tahun jauh meninggalkan jumlah produksi Hollywood dan film-film asing lain.

Pengamat mengungkapkan, tema roman dan love story yang diramu nyanyian dan tarian dalam film-film India adalah tipikal ekspresi budaya lokal. Ada juga yang menganggap sejumlah filmnya memiliki peran sosial yang amat penting, yakni mempromosikan toleransi dan harmoni kehidupan beragama, di tengah masyarakatnya yang multi-religi. Namun ada juga kritik, bahwa film-film India hanya melanggengkan status quo sistem sosialnya yang cenderung feodalistik.

Terlepas dari komentar-komentar itu, satu hal yang menarik, ternyata peran aktor-aktris serta kru film India yang beragama Islam cukup besar, jika dibanding penduduk muslimnya yang “hanya” 12 persen. Hasil penelitian Claudia Preckel dari Ruhr University, Jerman, menunjukkan bahwa dari 183 bintang film kondang Bollywood, 50 di antaranya atau 27 persennya, beragama Islam. Sebutlah yang kini lagi naik daun, seperti Shah Rukh Khan, Salman Khan dan Saif Ali Khan.

Dari jumlah itu, hanya 5 aktris muslimah – seperti Tabu dan Farah bersaudara serta Zeenat Aman, yang kini menapaki dunia Bollywood. Namun ini boleh dibilang kemajuan, karena beberapa dekade sebelumnya hanya aktor saja yang kerap mewakili kalangan muslim. Boleh jadi, penomena itu muncul lantaran keluarga muslim masih enggan menyaksikan anak-anak perempuannya muncul di layar film.

Bukan cuma bintang film. Kalangan muslim juga berperan dalam bidang produksi film, khususnya bidang musik, unsur yang sangat dominan dalam setiap film India. Juga dalam berbagai pertunjukan musik di layar tv India, mereka sangat mewarnai. Sebutlah komposer dan pencipta lagu yang kini sangat masyhur, yakni A.R. Rahman. Sajian musik garapannya sangat disukai para maniak musik India.

Sangat Terpelajar

Para bintang dan kru film yang beragama Islam itu rata-rata berasal dari keluarga kelas menengah atas. Orang tua mereka biasanya berprofesi sebagai dokter, pengacara, atau pengusaha restoran. Ada juga yang memang lahir dari “keluarga film”, seperti berayahkan aktor, sutradara, penulis skenario atau produser. Ibu mereka juga memiliki karir yang terpandang.

Ibunda Shah Rukh Khan misalnya, adalah wanita bergelar magister lulusan Oxford University yang berprofesi sebagai pekerja sosial. Atau ayah Saif Ali Khan, adalah pemain cricket terkenal, Mansoor Ali Khan Pataudi. Ibunya, Sharmila Tagore, adalah bintang film yang juga keponakan penulis ternama India, Rabindranath Tagore. Sebelum menikah, Sharmila memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Aisha Sultan.

Keluarga kakek Saif dari sisi ayahnya adalah keturunan dua mantan penguasa terkenal dari keluara Nawab, Pataudi (Haryana) dan Bhopal (Madya Pradesh). Saif sendiri berencana kembali ke Bhopal setamat karirnya di bidang film, untuk membuka sejumlah proyek sosial. Ia yakin popularitas dirinya dan background keluarganya akan sangat membantu setiap proyek yang direncanakan.

Para aktor muslim sendiri sangat terpelajar, rata-rata jebolan universitas, meski tak satu pun yang mengenyam jurusan akting. Shah Rukh Khan, misalnya, adalah master bidang komunikasi massa dari Jamiyya Milliyya Islamiyya di Delhi. Sebelumnya ia sempat belajar ekonomi di Hansraj College. Saif Ali Khan merampungkan studi di Oxford University, dan Feroz Khan adalah sarjana manajemen bisnis dari sebuah universitas di Amerika. Namun tak satu pun yang secara khusus mendalami Islam – misalnya tafsir atau bahasa Arab, di sekolah Islam. Mereka biasanya memperoleh pendidikan agama secara privat dalam lingkungan keluarga.

Nikah Antar Agama

Bagaimana kisah pernikahan para bintang film muslim India? Hampir semua aktris muslimah India bersuamikan seorang muslim. Sedangkan banyak aktor muslimnya yang beristerikan wanita Hindu – seperti Shah Rukh Khan, Saif Ali Khan dan Aamir Khan. Berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya, para isteri aktor muslim itu tak perlu lagi memeluk Islam sebelum menikah, meskipun akhirnya para suami harus berhadapan dengan sejumlah kendala, baik dari masyarakat muslim maupun dari keluarga sang isteri.

Kisah pernikahan Shah Rukh Khan dan Gauri Chibber adalah contoh menarik. Keluarga Gauri sangat menentangnya, dan menganggap Shah Rukh sebagai “lelaki dengan agama, penampilan dan profesi yang salah” untuk Gauri. Sejumlah warga muslim juga berdemonstrasi menentang pernikahan itu di depan rumah Shah Rukh. Namun itu tak mampu mencegah pernikahan mereka dalam ritual pernikahan Hindu.

Aamir Khan juga menganggap pernikahan antar agama bukanlah masalah di India yang sekuler. Menurutnya, pernikahan antar agama dianggap tabu hanya oleh segelintir fundamentalis Hindu dan muslim. “Para fundamentalis itu dalam beberapa hal berhasil memisahkan masyarakat berdasarkan agama. Tapi mereka tak berhasil memisahkan cinta antar dua manusia yang berbeda agama, seperti yang kualami,” katanya. Aamir menambahkan, meskipun berasal dari dua agama berbeda, keluarganya saling menghormati, dan selalu hadir dalam berbagai perayaan keagamaan, tanpa masalah.

Anak-anak mereka ada yang dinamai sesuai nama Islam, ada juga yang Hindu. Anak lelaki Aamir Khan, misalnya, dinamai Junaid, sedangkan puterinya bernama Ira (bahasa Sangsakerta). Dalam masa pertumbuhan, mereka mengajarkan anak-anaknya etika Islam, Hindu, dan bahkan Kristen. Nenek mereka biasanya berperan besar dalam proses penggemblengan ajaran-ajaran keagamaan ini.

Para bintang film muslim menempatkan diri mereka sebagai model untuk toleransi dan harmoni antar agama di tengah kehidupan warga India yang heterogen. Bukan semata untuk kehidupan keluarga, tapi juga dalam pekerjaan mereka sebagai aktor. Bahkan mereka mengaku tak masalah memerankan tokoh Hindu dalam sejumlah filmnya. Shah Rukh Khan, misalnya, pernah memerankan tokoh Hindu Sikh dengan ikat surban di kepala, dalam sebuah serial televisi – meskipun kemudian ia menangguk kritik pedas dari sejumlah organisasi Islam India.

Begitulah, para aktor muslim Bollywood tak segan-segan menonjolkan identitas keislaman mereka di tengah warganya yang mayoritas beragama Hindu. Mereka bangga menjadi model bagi tumbuhnya toleransi antar agama, ketika di sejumlah kawasan India masih saja meletus konflik berdarah antar penganut Hindu dan Islam. Perjalanan waktu juga yang akan menunjukkan kesuksesan mereka mengusung toleransi antar agama ini.

Muna Galbia Maulida
Insani-9, Januari 2003

7 Comments:

At 1:06 AM, Blogger shifa said...

assalammualaikum

apa kabar? saya amat tertarik dengan blog yg ditulis saudari. saya merasakan bahawa tulisan saudari ini ada benarnya, dan saya amat bersetuju.

 
At 10:22 PM, Blogger ramerame said...

SERU BGT BLOG INI, coz aq jadi tau aktor dan aktris yang beragama islam, n ternyta aktor2 yg aq sukai bragama islam, duh bgus dehhh....... tlong tmbah lgi dong infonya........

 
At 12:22 PM, Anonymous Mahfud Khan said...

benar-benar tulisan yang bermanfaat... semoga bangsa ini bisa mencontoh keberhasilan2 perfilm-an India..dan tidak lagi alergi dengan toleransi umat beragama,,,

 
At 6:31 PM, Anonymous Anonymous said...

bagaimanapun pernikahan beda agama tetap saja tak bisa dibenarkan,,,Toleransi beragama dalam islam sangat dianjurkan namun tidak untuk hal ibadah dan dalam islam pernikahan bukan hanya perkara cinta dan perasaan asmara namun juga bernilai ibadah,,,tidak tanggung2,nilainya setengah agama,,,jadi saya tidak setuju dngan pernikahan antar agama,apalagi kalo pelakunya adalah public figure yang dicontoh oleh banyak orang,,,dalam islam pernikahan seperti itu tidak sah,,,nilainya sama dengan berzina seumur hidup,,,,,,

 
At 6:05 AM, Anonymous Anonymous said...

anda salah.....aktris muslimah dari jaman dulu udah banyak. contohnya :madhubala, meena kumari, waheeda rehman, farida jalal, parveen babi, dan masih banyak lg.dan mereka dulunya sangat populer.

 
At 8:15 PM, Anonymous Ari sucipto said...

Sama saja menikah beda agama bisa jatuh ke hukum zina dan berakibat dosa besar.

 
At 6:09 AM, Blogger Heldy Mahfudin said...

keyakinan akan akhirat,bahwa suami istri akan disatukan kembali disyurga,,kita sebagai muslim pasti meyakini itu,,,tp bagaimana jika menikah beda agama,,bagaimana keyakinan itu,,,

 

Post a Comment

<< Home